>

Menjadikan Kota dan Pemukiman Inklusif, Aman, Tangguh, dan Berkelajutan

 

(Kamis, 05/11/2020), Webinar seri 9 digelar melalui Zoom Meeting. Webinar kali ini bekerjasama antara Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Universitas Negeri Padang menghadirkan tema "Menjadikan Kota dan Pemukiman Inklusif, Aman, Tangguh, dan Berkelajutan". Dalam webinar ini, menerapkan SDGs chapter #11 "Sustainable Cities and Communities". Seperti webinar sebelumnya, webinar seri 9 ini diikuti oleh berbagai kalangan dari mahasiswa, praktisi, dosen maupun pemerintahan. 

Dalam webinar ini, ada empat pembicara yaitu Dr. I Nyoman Teguh Prasidha, ST., MT (Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila); Dr. Indang Dewata, M.Si (Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Padang); Sabdo Kurnianto, M.Si (Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta); Mikhael Gorbachev Dom, M.Si (Politisi Kader PSI). Webinar seri 9 kali ini di moderatori oleh Nia Rachmawati (Dosen ProgramStudi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila). 

Perkembangan kota di negara berkembang tumbuh dengan sangat cepat. Adanya urbanisasi yang semakin meningkat mengakibatkan terjadinya ledakan jumlah penduduk. Terjadilah penurunan kualitas dari perkotaan yaitu kemiskinan ekstrem yang terpusat di wilayah perkotaan dan pemerintahan, penggunaan sumber daya alam yang semakin meningkat yang dapat mengakibatjan krisis ai bersih, kualitas udara yang menurun karna emisi gas buangan kendaraan. Hal terebut dapat menjadikan ancaman bencana alam. Masyarakat sendiri kurang dalam masalah kesadaran dan juga kurangnya pengetahuan tentang bencana alam. Kebanyakan masyarakat juga tidak mau untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bencana alam dengan alasan sudah tinggal berpuluh tahun, kehilangan perkerjaan, dan ada area terdampak lain bencana namun tidak dipindahkan. Di DKI Jakarta, BPBD memiliki fokus utama dalam perwujudan Jakarta berketahanan, yaitu:

  • Meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan dan manajemen kota
  • Membangun "budaya" siap siaga dalam menghadapu berbagai masalah
  • Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan
  • Meningkatkan mobilitas dan konektivitas warga Jakarta
  • Meningkatkan kohesi sosial

Fokus utama tersebut diharapkan para masyarakat memiliki pengetahuan dan tanggap bencana yang dapat terjadi kapan saja. Menciptakan kota yang aman dan berkelanjutan dengan mengsosialisasikan tanggap bencana dan meningkatka perencanaan dan pengaturan.