>

Teknik Pancasila Bangun Desa I & II

 

 

 

 

 

Teknik Pancasila Bangun Desa merupakan salah program kerja SEMA FT-KMUP untuk pengabdian masyarakat dalam kegiatan sosial yang membangun dan memberdayakan sebuah desa. Yang menjadi desa binaan adalah Kampung Legok Muncang. Di Kampung Legok Muncang , ada lebih dari 150 orang dan sebagian besar pekerjaan penduduk adalah bertani, berkebun, dan serabutan.

Teknik Pancasila Bangun Desa diselenggarakan pada tanggal 15 - 28 Juli 2017 dan 15 - 30 Juli 2018. Dalam Teknik Pancasila Bangun Desa, ada beberapa kegiatan yang dijalani antara seperti pembangunan jembatan supaya mempermudah para wargu kampung Legok Muncang dapat beraktivitas ke antar desa. Selain pembangunan jembatan, ada pembuatan dan penerangan jalan. Jalan di kampung Legok Muncang sangat memperhatinkan dengan jalanan yang berbatuan sehingga tidak layak untuk dilewati. Ada tiga titik pembangunan jalan:

1. Pembangunan jalan sepanjang 100 m dari jembatan Ciateul ke Desa Baragajet

2. Pembangunan jalan sepanjang 120m dari jembatan Ciateul ke Desa Legok Muncang

3. Konstruksi jalan sepanjang 64 m dari reservoir air 

 

 

Dalam kegiatan ini, dilakukannya juga pembangunan toilet dan masjid yang sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Toilet di Kampung Legok Muncang hanya berada di beberapa rumah saja sehingga toilet dibangun supaya dapat mempermudah para warga untuk beraktivitas.  

Tidak hanya membangun konstruksi tetapi juga ada penyuluhan dan pemberdayaan orang. Kegiatan ini, memberikan sosialisasi untuk mencegah penyakit berbahaya, sosialisasi cara menggunakan toilet dan sosialisasi tentang cara mencuci tangan dan kemudian menyikat gigi dengan baik. Danj juga ada kegiatan sunatan . Tujuan dari sunatan massal adalah untuk meringankan beban keluarga.  Dalam kegiatan ini, ada 50 anak yang ingin disunat massal. Setelah itu, setiap anak yang mengikuti sunatan massal mendapatkan uang dan hadiah.

 

 

Ada kegiatan paling menyenangkan untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa dan warga desa Legok Muncang. Kegiatan itu disebut pesta rakyat. Pesta rakyat berisi kontes panjat pinang, lomba balap karung, dan kegiatan atau kontes lainnya. Semua orang baik mahasiswa maupun warga desa tampak senang bergabung dengan pesta ini.

Dan aktivitas terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah Teknik Pancasila Mengajar (TPM). TPM adalah kegiatan sub unit dari Teknik Pancasila Bangun Desa yang bertujuan untuk memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak untuk peningkatan bangsa dengan misi mengajar, mengasuh, membimbing, membina, dan bermain. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa mengajarkan dan bermain bersama anak-anak yang ada di kampung Legok Muncang.