>

Meningkatkan Pendidikan, Penumbuhan Kesadaran, Serta Kapasitas Manusia Terkait Adaptasi Pengurangan Dampak dan Perubahan Iklim

  

    Kamis (8/10/20), Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila mengadakan kembali webinar SDGs seri 8. Webinar seri 8 kali ini mengusung tema "Meningkatkan Pendidikan, Penumbuhan Kesadaran, Serta Kapasitas Manusia Terkait Adaptasi Pengurangan Dampak dan Perubahan Iklim" yang menerapkan SDGs chapter #13 "Climate Action". Sama dengan webinar sebelumnya, webinar dilakukan melalui Zoom Meeting, dimulai dari jam 13.00 - 15.00 WIB. 

   Webinar seri 8 kali ini mengundang para pembicara dari berbagai kalangan dari Akademisi, Pemerintahan dan juga NGO/Praktisi, antara lain: Ir. Kiki K Lestari (Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila); Herdayanto S. Putro (Koord. Socio Engineering Unit Pengembangan Smart Eco Campus ITS); Dr. Syafrin Liputo, ATD., MT (Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta); P. Ruliyati Puji Lestari, M.Pd (Kepala Biro Umum Yayasan Tarakanita). Moderator dalam webinar seri 8 ini yaitu Dr. Ir. Setia Damayanti, M.Si (Dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila). Para peserta yang mengikuti webinar seri 8 difokuskan kepada mahasiswa sebagai calon pemegang kepemimpinan bangsa, calon pembuat kebijakan dan masyarkata awam yang berminat akan kemajuan pembangunan bangsa. Walaupun begitu, webinar ini juga terbuka untuk dari kalangan Akademisi, Pemerintahan dan Lembaga Swadaya Masyarakat serta Tokoh Masyarakat/Agama.  

   Perubahan Iklim dirasakan oleh semua negara di dunia. Pemanasan global yang mengakibatkan perubahan berkepanjangan pada sistem iklim dan juga konsekuensi yang terjadi tidak akan bisa diubah kecuali kita melakukan tindakan. Di Indonesia sendiri setiap kota memiliki rencana dan program dalam menanggulangi pemanasan global, salah satunya Ibukota DKI Jakarta. Di DKI Jakarta sendiri permasalahan transportasi merupakan yang pertama. Tingginya jumlah kendaraan bermotor di Jabodetabek membuat Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta membuat prioritas penanganan transportasi di DKI Jakarta. Prioritas penanganan transportasi Jakarta yaitu 

a. Pejalan kaki,

Dengan membangun fasilitas untuk para pejalan kaki yaitu trotoar. Sebelumnya pejalan kaki susah untuk berjalan kaki karena kurangnya fasilitas trotoar yang ada di jalan. Jumlah trotoar dari tahun tahun 2017 - 2019 sudah 263 km. Trotoar berguna untuk para pejalan kaki agar dapat berjalan dengan tenang. 

b. Kendaraan Ramah Lingkungan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan baik kendaraan bermotor dengan tenaga listrik dan bahan bakar gas. Kendaraan ramah lingkungan yang ada di DKI Jakarta yaitu penyediaan jalur sepeda, angkuta umum BBG, bus listrik, dan lainnya.

c. Angkutan Umum

Layanan angkutan umum terintegrasi yang memudahkan bagi pengguna angkutan umum, antara lain: Mikrotrans, BRT & Non BRT, MRT, LRT, Angkutan Perairan. 

d. Kendaraan Pribadi (Disentif)

Disentif bagi pengguna kendaraan pribadi agar beralih ke angkutan umum, seperti Ganjil Genap, ERP, dan juga Manajemen Parkir. 

   Dalam lingkungan pendidikan, upaya untuk menanggulangi pemanasan global yaitu melalui program Adiwiyata. Dalam Peraturan Menteri LH Nomor 05 Th 2013 tentang pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, tujuan program Adiwiyata yaitu mewujudkan warga sekolah yan bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Program Adiwiyata dilakukan dalam pendidikan formal setingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Hal ini dikarenakan sekolah mempunyai fungsi atau peran dalam membentuk nilai-nilai kehidupan khususnya nilai untuk peduli terhadap lingkungan hidup. 

   Pengurangan dampak pada perubahan iklim tidak hanya dilakukan dalam tingkat sekolah saja, tetapi juga dalam tingkat universitas seperti Universitas Pancasila (UP) dan Institut Teknologi Sepuluh September (ITS). Pada Universitas Pancasila memiliki program yang berkaitan dengan lingkungan yang menjadi acuan pada pemeringkatan UI Green Metric, yaitu

a. Program Zero Waste, 

b. Pemanfaatan limbah air bekas dan air wudhu,

c. Kegiatan SDGs dan perduli lingkungan,

d. Pembuatan biopori

e. Penerapan ruangan yang terang dan sehat

Adapun kampanye untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak dari perubahan iklim akibat pemanasan global yang dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Pancasila di media sosial Instagram, seperti berikut ini, 

    

    Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) melakukan hal yang sama dengan Universitas Pnacasila membuat program dalam menanggulangi perubahan iklim yaitu ITS Smart Eco Campus. ITS Smart Eco Campus merupakan inisiatif ITS dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan di lingkungan kampus dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam kampus. Adapun program kerja dari ITS Smart Eco Campus yang bernama ALTER, yaitu 

Air yang hemat, bersih, dan terjaga

Limbah dan sampah yang terkelola 

Transportasi dan infrastruktur yang ramah lingkungan 

Energi yang hemat, efisien, dan berkelanjutan 

Ruang terbuka hijau, riset, dan edukasi yang berwawasan lingkungan

    Perubahan iklim bukanlah penyebab utama dari fenomena atau bencana alam sekarang ini, akan tetapi perubahan iklim berkontribusi menjadi bagian dari fenomena atau bencana alam yang ekstrem ataupun luar biasa yang jarang terjadi seperti biasanya.