>

Menjamin Kualitas Pendidikan Yang Inklusif Dan Merata Serta Meningkatkan Kesempatan Belajar Sepanjang Hayat Untuk Semua

 

(Kamis, 19/11/2020), Webinar seri 10 digelar melalui Zoom Meeting. Webinar kali ini bekerjasama antara Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila dengan PEPULIH (Pemerhati Dan Peduli Lingkungan Hidup), Universitas Negeri Gorontalo, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kab. Buton Tengah menghadirkan tema "Menjamin Kualitas Pendidikan Yang Inklusif Dan Merata Serta Meningkatkan Kesempatan Belajar Sepanjang Hayat Untuk semua". Dalam webinar ini, menerapkan SDGs chapter #4 "Quality Education". Seperti webinar sebelumnya, webinar seri 10 ini diikuti oleh berbagai kalangan dari mahasiswa, praktisi, dosen maupun pemerintahan. 

Tidak seperti webinar sebelumnya, kali ini webinar dibuka oleh Rektor Universitas Pancasila yaitu Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. Adapun para pembicara dalam webinar kali ini yaitu Ir. Anedya Wardhani, MT (Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila); Anastasia Retno Pujiastuti (Ketua Umum PEPULIH); Abdullah, S.Pd (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buton Tengah); Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si (Dosen Universitas Negeri Gorontalo) dan di moderatori oleh Dr. Ir. Setia Damayanti, M.Si (Dosen ProgramStudi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila). 

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam menujang kehidupan dan menciptakan generasi muda sebagai agent of change yang membawa perubahan-perubahan dan dapat memberikan kontribusi penting dan signifikan. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Pendidikan berkembang sesuai dengan kondisi serta situasi sosial yang ada di masyarakat. Maka dari itu, pendidikan tidak pernah selesai sampai kapan pun, selama ada kehidupan manusia di dunia ini. Berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012, kualitas pendidikan di Indonesia berada pada peringkat ke-64 dari 120 negara dari seluruh dunia. Isu pendidikan yang ada di Indonesia 

  1. Kualitas guru yang rendah. Rasio ketersediaan guru khususnya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T),
  2. Lingkungan sekolah belum ramah anak. Masih marak kekerasan di sekolah, baik fisik maupun bukan fisik seperti penganiayaan guru terhadap siswa, siswa terhadap guru, sesama siswa, wali murid kepada guru, pelecehan seksual maupun tawuran antar sekolah,
  3. Diskriminasi terhadap kelompok marginal. Akses pendidikan bagi kelompok marginal masih rendah kelompok marginal seperti anak dipenjara, kelompok difabel, dan anak keluarga miskin. 

Dalam hal ini, pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan supaya pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi kedepannya. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dengan meningkatkan kualitas guru, memberikan sanksi berat pelaku kekerasan di lingkungan sekolah, menciptakan sekolah ramah anak, dan adanya kebijakan afirmasi untuk kelompok marginal. Adapun komponen pendukung proses pendidikan yaitu peserta kurikulum, pendidik dan tenaga pendidik, sarana dan prasarana pendidikan, dan juga peserta didik. Tidak hanya itu, kualitas pendidikan juga didukung dengan bangunan pendidikan yang ramah anak, ramah penyandang disabilitas, ramah gender, dan lingkungan belajar yang aman. Elemen penting dalam mendesain sekolah ramah anak, antara lain: 

  1. Kesehatan : Bahan bangunan, sumber daya, dan prioritas
  2. Keamanan : Lingkungan, iklim, dan tingkat dan kapasitas
  3. Nutrisi

Sekolah yang ramah anak juga harus menanggapi lingkungan dan konteks budaya lokasinya. Bangunan sekolah harus memperlihatkan keharmonisan dengan realitas lokal juga menggabungkan faktor eksternal terbaik seperti desain (ruangan, gender, akses untuk disailitas, iklim, dan juga biaya infrastruktur), lokasi sekolah, tempat tinggal, kebersihan, sanitasi air, dan situasi darurat. PEPULIH merupakan perkumpulan yang didirikan 22 April 2004 oleh beberapa orang aktifis Lingkungan Hidup di KAJ yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup di Jakarta. PEPULIH memiliki tujuan yaitu terwujudnya masyarakat akar rumpur yang paham tentang permasalahan yang terjadi pada lingkungan hidupnya sehingga timbul kesadaran, kepedulian dan komitmen untuk saling bersinergi dalam kebersamaan gune melakukan langkah pelestarian lingkungan hidup. PEPULIH memiliki kehiatan Social Responsibility yaitu Program Pendidikan Wash Air, Sanitasi dan Hygiene, dan Program Pendidikan Petaman Persiapan Employment Petaman.