>

Rebound Pariwisata Indonesia Pasca Pandemi....Kapankah?

 

Kamis (17/9/20), Program studi Arsitektur Fakultas Universitas Pancasila mengadakan Webinar Series 7. Dalam webinar kali ini, mengangkat topik "Rebound Pariwisata Indonesia Pasca Pandemi....Kapankah?" yang menerapkan SDGs chapter #8 "Decent Work and Economic Growth". Webinar series 7 ini dilakukan melalui Zoom Meeting. Webinar series 7 ini diikuti oleh berbagai kalangan dari mahasiswa, praktisi, maupun dosen. Webinar series 7 kali ini mengundang empat pembicara yaitu Dr. Joko Tri Haryanto (Kepala Seksi Industri Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI), Dr. Dini Rosmalia, ST., M.Si (Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila), Fadjar Hutomo, ST., MMT.,CFP (Deputi Bidang Industri & Investasi Kemenparekraf RI), Mario Christianto (Co-Faunder Kopi Daong). 

Tren pergeseran ketergantungan ekonomi negara/daerah terhadap komoditi & kekayaan SDA. Indonesia merupakan negara dengan SDA yang melimpah, dimana SDA ini seharusnya merupakan pembangunan suatu negara. Parekraf (Pariwisata dan ekonomi kreatif) menjadi salah satu opsi terbaik dalam menjawab tren pergeseran tersebut meski juga memiliki dampak negatif. Dengan adanya masa pandemi yang tidak ada sudahnya membuat beberapa sektor bidang usaha mengalami penurunan. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh Pandemi COVID-19. Beberapa bidang usaha yang tergolong High Exposure (terdampak kuat) dalam subsektor pariwisata adalah sektor daya tarik pariwisata, kawasan pariwisata, jasa makanan dan minuman, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata dan pramuwisata, serta penyediaan akomodasi, sedangkan dalam sektor ekonomi kreatif adalah subsektor seni pertunjukkan, film, kriya dan periklanan.

Dalam hal ini, Kemenparekraf menyikapi pandemi COVID-19 dengan melakukan reformasi kebijakan sektor pariwisata agar segera bangkit dan pulih serta tetap dapat menjadi tulang punggung sumber pendapatan negara penciptaan lapangan kerja. Berikut ini Kebijakan Penanganan Dampak COVID-19 dari Kemenparekraf,  

Wisata religi merupakan salah satu parawisata yang terdampak pandemi COVID-19. Wisata religi sendiri dengan ziarah atau kunjungan seseorang maupun kelompok ke situs yang penting atau dianggap penting terkait dengan penyebaran suatu agama dengan tujuan keyakinan, kepuasan batin dan tingkat spiritual. Wisata religi ini sangat diminati oleh masyarakat terutama masyarakat Indonesia, seperti ziarah 9 wali maupun wisata reliji Keraton Kasepuhan di Cirebon. Selain pariwisata, adapun bidang ekonomi kreatif. Usaha yang sedang tren dan menjamur di setiap kota yaitu coffe shop dalam bentuk kafe dengan berbagai konsep. Salah satunya yaitu Kopi Daong yang memiliki konsep alam. Kopi Daong beralamat di Pancawati, Caringin Bogor, Jawa Barat. Kopi Daong  terkenal karena konsepnya yang berada di tengah hutan menjadi ketertarikan tersendiri untuk para pengunjung. Kopi Daong sempat tutup ketika PSBB diberlakukan di Kota Bogor, Jawa Barat. Kopi Daong buka kembali ketika Pemda Kota Bogor sudah memperbolehkan toko, restoran, mall, maupun kafe buka dengan protokol kesehatan yang sesuai dengan standar.