>

Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah

Salah satu permasalahan di dunia yang dihadapi oleh negara berkembang maupun negara maju adalah sampah. Sampah yang paling sering ditemui berasal dari pemukiman yang berupa sampah organic dan sampak non-organik. Sampah dan permasalahannya tidak akan pernah berakhir, semakin banyak penduduk, semakin tinggi jumlah sampah yang dihasilkan). Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada tahun 2022, timbulan sampah harian di Indonesia mencapai 55,534.51 ton per hari sementara timbulan sampah tahunan di Indonesia mencapai 20,270,094.62 ton per tahun. Jenis sampah yang memiliki presentase tertinggi yaitu sisa organik sebanyak 55,23% lalu sisanya non-organik (plastik, kaca, logam, kain kertas dll) dengan presentase 44,77%. Penyumbang jumlah terbesar sampah plastik berasal dari rumah tangga, disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kurangnya penghargaan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh sampah tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Pancasila yang terdiri dari Dosen Program Studi Teknik Mesin Dr. Agri Suwandi, ST., MT., CIAR., Dr. Dino Rimantho, ST., MT., IPM dari Program Studi Teknik Industri serta Vektor Anggit Pratomo, ST., MT. dari Program Studi Teknik Elektro memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang “Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah”. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Teknik bersama dengan Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila yang dilakukan selama 3 hari dari tanggal 22-24 Juni 2023 di wilayah Anyer, Kabupaten Serang, Banten yang mengusung tema utama "Membangun Desa Yang Sehat, Mandiri Dan Berkeadilan Sesuai Dengan Nilai-Nilai Pancasila". Sub-sub program PkM ini diinisiasi oleh para Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ka. UPPM) fakultas-fakultas yang ada dilingkungan Univ. Pancasila. Adapun sebagai Ketua Kegiatan Utama ini adalah Yonan Prasetyo, SH.,MH. dari Fakultas Hukum,  Ketua dari Fakultas Teknik, Dr. Agri Suwandi, S.T., M.T., CIAR;  Fakultas Psikologi, diketuai  Aisyah Syihab, M.Si dan Fakultas Farmasi diketuai oleh Umi Marwati, M.Si.

Adapun kegiatan ini merupakan awal dari penjajakan desa binaan baru bagi Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP). Menurut Agri, selaku Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ka. UPPM) FTUP bahwa “Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih dan kepedulian Fakultas Teknik dalam mendukung SDGs Chapter #11 dan #12”. “Tujuan utama bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih”, tambahnya.

Pembukaan kegiatan PkM kolaborasi ini dihadiri oleh:  Pj Gubernur Banten-Bapak Dr. AL Muktabar, MSc; Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila-Prof Dr. Eddy Pratomo, SH.,M.A, Deputi Bidang Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP RI, Kemas AKhmad Tajuddin, SH.,MH, Kepala BPIP RI- yang diwakilkan oleh Dr. Adhianti, S.I.P., MSi, Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan, SH, MH, Kepala Pusat Penyuluhan BPHN Kemenkumham RI, Kartiko Nurintias SH MH, Prof Dr Ernaya Suradinata, SH.,MH; Dr. Darmansjah Djumala SE,MA; beberapa anggota DPRD Provinsi Banten, Camat Cinangka, Tuti Setyawati, para Kepala Desa dari 14 desa di Kecamatan Cinangka.

Tahap awal dari dengan program pengelolaan sampah adalah memberikan penyuluhan dengan harapan timbul kesadaran dari diri sendiri dalam hal pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Tahap berikutnya adalah pendampingan langsung kepada masyarakat. “Pada tahap awal, diharapkan peserta yang mengikuti penyuluhan dapat menjadi pilot penggerak masyarakat dilingkungannya”, imbuh Dino yang dalam kegiatan ini sebagai salah satu narasumber. Anggit menambahkan, bahwa pengelolaan sampah juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang telah dibuktikan oleh dua lokasi binaan sebelumnya, yaitu di Desa Tempur di Jepara dan Pondok Pesantren Al Hikmah di Bogor.

"Kami dari warga Cinangka berharap kegiatan pengelolaan sampah berbasis bank sampah tidak hanya penyuluhan saja, namun ada pendampingan langsung. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangkan pengelolaan bank sampah yang telah warga kami miliki sebelumnya," ungkap Suryana salah satu peserta penyuluhan sekaligus ketua Bank Sampah di wilayah Cinangka.

Main Menu