>

Menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih yang berkelanjutan untuk semua di era New Normal

 

 

  Air memiliki peran penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup di bumi. Setiap makhluk hidup di bumi tidak dapat bertahan hidup bila tidak ada air. Pengelolaan air sangatlah penting karena semakin lama air akan berkurang  dan tercemar bila tidak dikelola dengan baik. Air bersih dan sanitasinya merupakan salah satu chapter yang ada di SDGS yaitu chapter #6.

  Dengan ini, Fakultas Teknik Universitas Pancasila yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan Yayasan Plan International Indonesia mengadakan webinar seri 2 SDGs 6 Clean water dan sanitation dengan tema Menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih yang berkelanjutan untuk semua di era New Normal. Webinar seri 2 ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting. Webinar seri 2 ini diikuti dari berbagai institusi dan latar belakang.

  Dalam webinar seri 2 ini mengundang para pembicara antara lain Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UM Palngkaraya, Ibu Novrianti, ST, MT; Sekretaris Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, ST., MT; Dosen Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Pancasila, Nia Rachmawati, ST., M.Si; dan Winner Project Manager Yayasan Plan International Indonesia, Herie Ferdian. Webinar ini di moderatori oleh Bu Dr. Ir. Setia Damayanti, M.Si.

 

  Setiap pembicara memiliki materi yang berbeda-beda. Ibu Novrianti membawakan materi tentang “Ketersediaan & Pengelolaan Air Bersih yang Berkelanjutan Untuk Semua di Era New Normal.” Beliau memberikan statistik air bersih Indonesia 2018, dalam gambar berikut ini,

   

Beliau juga menambahkan strategi dan pencapaian  untuk pengelolaan air bersih yaitu

Strategi

Pencapaian

Menjamin ketahanan air melalui peningkatan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku dalam pemanfaatanair minum dan pengelolaan sanitasi,

 

Menggunakan sanitasi dan kebersihan yang layak dan adil untuk semua dan mengakhiri buang air di tempat terbuka (sungai dll)

Penyediaan infrastruktur produktif dan manajemen layanan melalui penerapan manajemen aset baik di perencanaan, penganggaran, dan investasi,

 

Mengelola air limbah (terutama domestik, industri, dll)

Penyelenggaraan sinergi air minum dan sanitasi yang dilakukan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat,

Menggunakan bahan yang ramah lingkungan

Peningkatan efektifitas dan efisiensi pendanaan infrastruktur air minum dan sanitasi,

Menggunakan air seperlunya, memanfaatkan sumber air hujan

Meningkatkan peran rencana tata ruang sebagai pedoman dalam pemanfaatan ruang provinsi,

 

Melakukaan program terait air dan sanitasi, termasuk water harvesting, desalinasi, efisiensi air, pengolahan air limbah, teknologi daur ulang dan penggunaan ulang

Meningkatkan penyediaan dan kualitas layanan infrastruktur strategis.

 

 

  Materi selanjutnya tentang “Studi Identifikasi dan Desain Air Baku Kota Depok” yang dipaparkan oleh Ibu Citra perwakilan PUPR Kota Depok bidang Sumber Daya Air. Dalam pelaksanaan studi di Kota Depok dilakukan pada dua tempat, yaitu Kali Pesanggrahan di Kecamatan Cinere, dan Kali Ciliwung di Kecamatan Pancoran Mas. Desain untuk air baku ini filakukan dengan penyadapan mata air, penampungan dan pendistribusian mata air. Hal ini dilakukan untuk mengelola air bersih di Kota Depok yang semakin lama semakin padat penduduk dan bertambah pula kebutuhan air bersih. 

  Selanjutya, pembicara ketiga yaitu Ibu Nia membawakan materi “Pemanfaatan Air Hujan sebagai Sumber Air Bersih”. Beliau mengatakan bahwa air hujan dapat diubah menjadui air bersih dengan menggunakan cara filterisasi. Filterisasi yang dilakukan dengan cara menggunakan tabung yang berisi kerikil (split), arang, dan sabut kelapa (ijuk). Nantinya air hujan yang masuk ke dalam tabung terfilter dan menjadi air bersih yang dapat disalurkan ke rumah-rumah untuk kebutuhan sehari-sehari.

 Kemudian materi terakhir, yaitu Pak Herie dari Yayasan Plan International Indonesia yang membawakan materi “Sharing Pembelajaran Pencapaian Target SDGs No. 6: Air, sanitasi dan Hygiene”. Dalam pemaparannya beliau memberikan informasi tentang Yayasan Plan Indonesia. Yayasan Plan Indonesia merupakan organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang bertujuan untuk mendorong pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan dan sesuai dengan program dan SDGs yaitu Air, Sanitasi, dan hygiene. Adapun strategi pencapaian SDGs Yayasan Plan Indonesia (Sanitasi dan Hygiene melalui STBM), sebagai berikut:

1. Enabling Environment: Mendorong kebijakan dan anggaran pemerintah yang mendukung pelaksanaan kampanye sanitasi dan hygiene di masyarakat

2. Supply Provision: Membentuk dan mendorong pengusaha untuk menyediakan produk sanitasi dan hygiene yang berkelanjutan

3. Demand Creation: Pelaksanaan kampanye sanitasi dan hygiene  yang berkelanjutan dan kontinyu

4. Gender Equality and Social Inclusion: Mendorong kesetaraan gender dan partisipasi aktif kelompok marginal termasuk diantaranya perempuan, anak perempuan, lansia dan penyandang disabilitas dalam pembangunan sanitasi

5. Community and School Based Intervention: Pelaksanaan STBM di semua level, tidak hanya di masyarakat tapi juga di sekolah dan PAUD

Berikut ini tahap-tahap STBM Yayasan Plan Indonesia, 

 

Pak Herie menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi sekarang yaitu krisis dunia karena pandemi Covid-19, perubahan perilaku sanitasi dan hygiene yang berkelanjutan, perubahan iklim, dan pencemaran air akibat industrialisasi.

  Setelah pemaparan materi dari keempat pembicara dibuka juga sesi pertanyaan kepada keempat pembicara tersebut. Webinar ini ditutup dengan berfoto bersama melalui Zoom Meeting.