Perancangan Dan Proses Manufaktur Cetakan Material Komposit Serat Bambu Sesuai Dengan ASTM D3039 Dan ASTM D638

Authors

  • Dwi Wicaksono
  • Dede Lia Zariatin
  • Yani Kurniawan

Keywords:

cetakan komposit; uji tarik; ASTM D3039; ASTM D638

Abstract

Serat yang sering digunakan dalam komposit adalah serat gelas (fiberglass) karena memiliki sifat
mekanis yang baik sebagai reinforcement (penguat). Namun limbah fiberglass kurang ramah lingkungan karena
sulit terurai. Salah satu alternatifnya adalah serat bambu. Fiberglass diganti serat bambu karena memiliki
keunggulan serat lebih ramah lingkungan, mampu terdegradasi secara alami, dan ketersediaannya banyak di
alam. Penggunaan dan pemanfaatan serat bambu sebagai reinforcement komposit merupakan teknologi rekayasa
material yang banyak dikembangkan, contohnya didunia pendidikan dalam pengujian bahan, salah satunya uji
tarik. Standar yang sesuai untuk pengujian tarik adalah ASTM D3039 dan ASTM D638, dimana untuk material
komposit yang diperkuat serat harus mengikuti ASTM D3039. Karena pengikat material komposit bambu
yang dipilih adalah resin termasuk material plastik, maka perlu ditambahkan pengujian ASTM D638. Jadi
diperlukanlah alat untuk mencetak bahan komposit serat bambu menjadi spesimen/sampel uji tarik. Tujuan
penelitian ini adalah mendesain dan manufaktur cetakan material komposit serat bambu sesuai ASTM D3039
dan ASTM D638. Metode penelitian ini diawali dengan mendesain, proses manufaktur sampai pengujian.
Cetakan komposit memiliki 3 bagian utama yaitu alas, cetakan, dan penutup. Dalam proses manufaktur cetakan
komposit, material yang dipilih adalah plat besi dengan ketebalan 1,5 mm dan 7 mm serta mesin yang digunakan
adalah mesin frais/milling.

Downloads

Published

2024-02-05

Issue

Section

Material Maju Untuk Sarana dan Prasarana Perkotaan