Analisis Kinerja Motor Matic 110cc Dengan Menggunakan Campuran Bahan Bakar Pertalite dan Bioetanol
Keywords:
bioetanol; saccharomyces cerevisiae; tetes tebu; uji kerja mesinAbstract
Bio etanol merupakan salah satu bahan bakar alternative berbasis alkohol yang ada. Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang bio etanol yang dilakukan Endra Kurniawan[2] dengan judul Uji Kinerja Mesin 4 Langkah Berbahan Bakar Bioethanol Dari Limbah Pabrik Wafer Gresik Sebagai Campuran Premium didapatkan peningkatan daya dan merujuk kepada buku putih penelitian dan teknologi bidang sumber energi baru dan terbarukan untuk mendukung keamanan ketersediaan energi tahun 2025 kemenristek, pemanfaatan bio etanol merupakan salah satu bagian energy terbarukan, sehingga peneliti melakukan penelitian bahan bakar campuran pertalite dan bio etanol yang terbuat dari tetes tebu dengan kandungan 94.3 persen alkohol.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin dan emisi gas buang terhadap sepeda motor Honda Beat 110cc dengan berbahan bakar pertalite dan campuran bahan bakar pertalite dan bio etanol tetes tebu. Campuran bahan bakar yang digunakan adalah E0,E10,E20,E30. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Pada penelitian ini bahan bakar pertalite digunakan pada motor uji, dan diuji terlenih dahulu diatas dynamometer, setelah itu dilakukan pencampuran bio etanol dan pertalite dengan komposisi E10,E20 DAN E30 dan diuji pada motor uji diatas dynamometer. Hasil pengujian daya dan Torsi buang kemudian dianalisis.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran bahan bakar pertalite dan bio etanol menghasilkan kenaikan torsi dan daya,hal ini terbukti dengan Torsi optimal tertinggi dicapai bahan bakar E30 dengan 7.8 Nm dan daya efektif optimal dicapai bahan bakar E30 dengan 5.51 kW.