PELATIHAN PEMANFAATAN HERMENTIA ILLUCENS (MAGGOT BSF) SEBAGAI SUMBER PELET PAKAN TERNAK UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN PETERNAKAN.

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasila Memberikan Pelatihan Pemanfaatan Hermentia Illucens (Maggot BSF) sebagai sumber pellet pakan ternak guna mendukung keberlanjutan peternakan terintegrasi. Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari DIKTISAINTEK BERDAMPAK Tahun 2025.

Tingginya harga pellet pabrikan dapat mengganggu produksi peternakan ayam dan ikan lele. Sehingga, salah satu sumber yang dapat menjadi sumber pakan ternak adalah memanfaatkan Maggot BSF. Maggot BSF selain dapat menyelesaikan permasalahan sampah organic namun belum termanfaatkan secara optimal. Penggunaan Maggot BSF sebagai bahan baku untuk proses produksi pellet pakan ternak diharapkan dapat menekan biaya produksi dan mengurangi efek negatif dari penumpukan limbah terhadap lingkungan.

“Pemanfaatan Maggot BSF yang dapat diaplikasikan menjadi solusi limbah organic juga dapat menjadi alternatif pakan ternak yang lebih ramah lingkungan karena dapat menggantikan ketergantungan pellet pakan ternak dari pabrikan,” kata Ketua tim PKM dalam kegiatan tersebut Dr. Dino Rimantho dalam keterangannya, Senin.

Maka tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik “Pengembangan Hermentia Illucens (Maggot BSF) sebagai sumber pellet pakan ternak guna mendukung keberlanjutan peternakan terintegrasi di Pondok Pesantren Daarul Hawariyin Bogor”.

Selain itu, kedua tim tersebut juga memberikan pelatihan budidaya Maggot BSF dan pelatihan pelatihan produksi biopelet. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2025 di Kampung Bulak No.rt.003/001, Nanggerang, Kec. Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang difasilitasi oleh Pondok Pesantren Daarul Hawariyin Kabupaten Bogor yang juga terletak di desa tersebut.

Dalam pelaksanaan kegiatan PKM pembuatan pellet pakan ternak ini menggunakan bahan-bahan yang merupakan limbah dari sekitar desa, diantaranya sekam padi, bonggol pisang dan limbah perkebunan di sekitar pondok pesantren.

Pengelolaan limbah padat dengan memanfaatkan Maggot BSF merupakan implementasi ekonomi sirkular dan menjadi aktualisasi tanggung jawab pesantren dalam mengelola limbah organik yang dihasilkan,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasila Dino Rimantho di Bogor, Senin.

“Melalui pemanfaatkan Maggot BSF dan limbah perkebunan tersebut, selain dapat mengurangi terjadinya pencemaran juga dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. Sehingga hal ini akan dapat meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat juga,” katanya.

Selain Dr. Dino Rimantho, terdapat beberapa anggota PKM yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya, Anggina Sandy, ST.,MT., dan Dr. Dwi Ariyani, ST.,MT. dan melibarkan tiga mahasiswa program studi Teknik Industri Universitas Pancasila.