ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF RUTE TRANSPORTASI KERETA API DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA MULTIKRITERIA (Studi Kasus: Penyelenggaraan Perkeretaapian Kota Banda Aceh)

  • Algonio Dwi Aryanto
  • Herawati Zetha Rahman
  • Azaria Andreas
Keywords: Analisa Multikriteria, Alternatif Rute, Trase, RIP-Aceh

Abstract

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi Ibu kota Provinsi Aceh, Indonesia.
Banda Aceh menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya sehingga pembangunan infrastruktur
di Kota Banda Aceh sangat diperlukan. Berkenaan dengan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional tahun 2018
yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, dijelaskan bahwa
jaringan dan layanan transportasi kereta api perkotaan di wilayah Kota Banda Aceh dan sekitarnya akan
dilakukan pada periode 2020-2024. Pembangunan jaringan prasarana perkeretaapian di Aceh juga di atur
dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Aceh, yang
dimana berisi perencanaan tiga alternatif rute kereta api yang menghungkan antara Bandara International
Sultan Iskandar Muda dengan Pelabuhan Ulee Lheue. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis
terhadap ketiga alternatif rute tersebut dengan membandingkan karakteristik eksisting yang dilaluinya
menggunakan metode Analisa Multikriteria dengan meninjau aspek tata guna lahan dan juga aspek teknis.
Analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Mentri Perhubungan No. 60 tahun 2012 dan Peraturan Mentri
Perhubungan No. 11 tahun 2012, dari data sekunder yang diperoleh kemudian diproses menggunakan
ArcViewGIS dan menghasilkan data yang dapat dibandingkan dari masing-masing rute kriteria yang paling
baik untuk direalisasikan. Hasil analisis menghasilkan bahwa alternatif prioritas terbaik adalah alternatif rute
1 yang melewati tiga kecamatan, yaitu kecamatan Banda Raya, kecamatan Jaya Baru, dan kecamatan Meuraxa.
Hal ini dikarenakan alternatif rute 1 tidak banyak melewati pemukiman warga, memiliki topografi yang cukup
landai, menghindari zona bahaya tsunami, memiliki tingkat konstruksi yang cukup rendah dibandingkan
dengan alternatif rute yang lain, dan sedikit memiliki hambatan lingkungan yang berada pada pesisir pantai,
sehingga alternatif rute 1 memiliki bobot prioritas sebesar 21 lebih besar dibandingkan alternatif rute 2 bobot
prioritas 17 dan alternatif 3 bobot prioritas 14.

Published
2020-03-01
Section
Articles