ANALISA BIAYA MANFAAT SOSIAL PADA PERPANJANGAN JALUR MASS RAPID TRANSIT RUTE LEBAK BULUS – TANGERANG SELATAN

  • Leo Saputro
  • Herawati Zetha R.
  • Azaria Andreas
Keywords: Biaya Operasional Kendaraan, IRR, Mass Rapid Transit, Nilai Waktu, NPV

Abstract

Tantangan transportasi perkotaan saat ini adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi baik motor maupun
mobil. Menurut data Statistik Komuter Jabodetabek tahun 2014 Kota Tangerang Selatan memiliki jumlah
perjalanan 253 ribu penumpang/hari, sedangkan pengguna moda transportasi umum hanya 27 ribu
penumpang/hari. Hal tersebut disebabkan karena peran angkutan umum yang belum maksimal di Jabodetabek.
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek melalui Peraturan Presiden No.55 tahun 2018 tentang Rencana
Induk Transportasi Jabodetabek berupaya menyelesaikan masalah tersebut dengan sasaran utamanya untuk
menciptakan sistem transportasi perkotaan berbasis angkutan umum masal di Jabodetabek. Salah satu jenis
angkutan umum yang sedang direncanakan adalah Mass Rapid Transit untuk rute Lebak Bulus-Tangerang
Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan proyek tersebut memiliki manfaat sosial bagi
masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung serta layak atau tidaknya secara ekonomi, indikator
yang digunakan adalah NPV dan IRR. Hasil penelitian memperlihatkan manfaat sosial yang didapat dari
perpanjangan jalur MRT rute Lebak Bulus-Tangerang Selatan adalah penghematan Biaya Operasional
Kendaraan (BOK) sebesar Rp. 34,96 Miliar/Tahun dan penghematan Nilai Waktu sebesar Rp. 39,67
Miliar/Tahun pada tahun 2023. Hasil analisis kelayakan ekonomi didapatkan nilai NPV sebesar Rp. 16.374,46
Miliar dan nilai IRR sebesar 11% (lebih besar dari suku bunga Bank Indonesia, 6%) selama 30 tahun. Proyek
perpanjangan jalur MRT rute Lebak Bulus-Tangerang Selatan dapat disimpulkan “LAYAK” secara ekonomi.

Published
2020-03-01
Section
Articles