ANALISIS HUBUNGAN ANTARA INDEKS KOMPLEKSITAS PRODUK DENGAN EFISIENSI PERAKITAN PRODUK STUDI KASUS : SLIDER (RETSLETING)

  • Muthia Khansa
  • Hasan Hariri
  • Wina Libyawati
Keywords: Indeks kompleksitas, slider, efisiensi perakitan produk

Abstract

Peningkatkan kompleksitas produk terus menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri
manufaktur saat ini. Produk modern yang kompleks mungkin memiliki ribuan komponen yang diproduksi oleh
ratusan proses manufaktur dan perakitan. Kompleksitas akan semakin meningkat jika jumlah dan
keanekaragaman fitur yang akan diproduksi juga meningkat. Pengukuran indeks kompleksitas dilakukan pada
produk slider atau lebih dikenal dengan sebutan retsleting. Slider memiliki tingkat kerumitan khusus pada
proses perakitannya dikarenakan jumlah komponen yang banyak dan dimensi komponen yang relatif kecil.
Pengukuran indeks kompleksitas produk dilakukan menggunakan metode yang telah dikenalkan oleh
ElMaraghy dan Urbanic melalui jurnalnya yang berdasarkan pada jumlah informasi, keragaman informasi,
dan konten informasi produk. Kemudian indeks kompleksitas akan dihubungkan dengan efisiensi
perakitan produk menggunakan metode regresi linier untuk mengetahui korelasi antar keduanya.
Pengukuran efisiensi perakitan produk dilakukan berdasarkan DFMA (Design for Manufacturing and
Assembly). Varian yang akan digunakan ada 5 varian model, yaitu slider non-lock, slider semi-automatic lock,
silder reversible automatic lock, slider automatic lock (leaf spring), dan slider automatic lock (wire spring).
Dengan menganalisa efisiensi perakitan serta memperbaiki proses dan operasi manufaktur, dapat mengurangi
indeks kompleksitas produk sehingga akan membuat proses manufaktur menjadi lebih produktif dan efisien.
Oleh karena itu, menganalisa hubungan antara keduanya diharapkan dapat memengaruhi productivity produk
yang dihasilkan pada industri manufaktur.

Published
2020-03-01
Section
Articles