POTENSI PEMANFAATAN BUANGAN REVERSE OSMOSIS PADA PLANT DESALINASI MENJADI GARAM (NATRIUM KLORIDA)

  • Muhammad Halim Winarso
  • Fadli Hakim
  • Fiba Dwi Ananda

Abstract

Garam adalah komoditas strategis di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, akan tetapi
kebutuhan impor garam masih dilakukan karena adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.
Disisi lain penyediaan air bersih untuk masyarakat pesisir di beberapa daerah menerapkan proses desalinasi
menggunakan reverse osmosis yang menghasilkan buangan air laut terkonsentrasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui potensi penggunaan buangan reverse osmosis sebagai bahan baku pembuatan garam.
Metode yang digunakan adalah membandingkan rendemen dan kualitas garam yang menggunakan bahan baku
buangan reverse osmosis tanpa dan diberi perlakuan yang dibandingkan dengan air laut. Sampel penelitian
diambil dari PLTU di daerah Bekasi yang menerapkan proses desalinasi, dari sampel yang diambil dibagi
menjadi 3 variasi yaitu air laut (A), buangan reverse osmosis (B), buangan reverse osmosis dengan perlakuan
filtrasi, adsorbsi, dan pencucian (C). Dari penelitian ini didapatkan hasil rendemen sebanyak 1.1% (A),
3.4%(B), dan 3.9%(C), kemurnian NaCl atas bahan dasar kering 75.48%(A), 79.45%(B), dan 97.75%(C),
bahan tidak larut dalam air didapatkan hasil 0.60%(A), 0.30%(B), 0.30%(B), kadar kalsium 1.14%(A),
1.01%(B), dan 0.67%(C), kadar magnesium 3.53%(A), 3.61%(B), 1.33% (C). Hasil yang didapatkan
menunjukkan bahwa adanya potensi untuk memanfaatkan buangan reverse osmosis dengan rendemen yang
lebih besar dan kualitas yang lebih baik.

Published
2020-03-01
Section
Articles