ANALISIS KESETIMBANGAN ENERGI PADA BOILER TIPE PULVERIZED COAL BERDASARKAN PENCAMPURAN BATUBARA KALORI MENENGAH DAN BATUBARA KALORI RENDAH

  • Wisnu Yoga Prasetya
  • La Ode M. Firman
Keywords: PLTU, efisiensi, boiler, batubara

Abstract

Suatu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya.
PLTU dituntut untuk memiliki biaya pokok produksi listrik yang murah serta mempunyai efisiensi yang baik.
Terbatasnya jumlah batubara yang di produksi dan mahalnya batubara saat ini merupakan salah satu contoh
permasalahan pada PLTU di Indonesia. Dengan demikian dibutuhkan suatu upaya agar biaya pokok produksi
listrik tetap murah dengan cara melakukan pencampuran batubara antara batubara kalori menengah dengan
batubara kalori rendah. Analisis kesetimbangan energi pada boiler adalah suatu analisis perhitungan yang
harus diperhatikan dalam proses produksi listrik di PLTU untuk mengetahui besarnya penurunan efisiensi dan
mengetahui penyebab kehilangan panas dari penurunan efisiensi. Penulisan ini bertujuan untuk mendapatkan
hasil perhitungan efisiensi boiler dan heat rate, kemudian membandingkan penggunaan batubara campuran
yang dipakai ketika pengujian performa tes dengan batubara pada saat pengujian commissioning di PLTU
LBX. Pengambilan data dengan melaksanakan pengujian performa tes dan metode observasi di PLTU LBX.
Metode perhitungan yang digunakan adalah berdasarkan standar ASME PTC. Dalam perhitungan
kesetimbangan energi diperlukan analisis bahan bakar bakar, hal ini dibutuhkan karena kita dapat melakukan
analisis dengan membandingkan batubara campuran sehingga kita dapat melakukan perbaikan agar PLTU
dapat beroperasi secara optimal dan mempunyai efisiensi yang baik. Hasil perhitungan dan analisis ketika
dilakukan performa tes menunjukkan efisiensi boiler PLTU LBX terbaik sebesar 83,95% dan Net Plant Heat
Rate (NPHR) terbaik sebesar 2.705,42 kCal/kWh. Biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik PLTU LBX
masih rendah pada semua variasi pencampuran batubara, sehingga masih sangat menguntungkan berdasarkan
kepmen esdm no 55 tahun 2019 di wilayah Jawa.

Published
2020-03-01
Section
Articles