Pemanfaatan Tetes Tebu untuk Pembuatan Bioetanol sebagai Campuran Bahan Bakar Sepeda Motor 125 cc

  • I Gede Eka Lesmana
  • Rovida Camalia H
  • Antonius Rizki A. Sulistyo
Keywords: bioetanol; saccharomyces cerevisiae; tetes tebu; uji kerja mesin

Abstract

Cadangan energi fosil semakin hari semakin berkurang, sedangkan kebutuhan BBM terus meningkat. Untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar yang terbarukan nantinya, dapat dikembangkan bahan bakar  alternatif,  salah  satunya  adalah  gasohol.  Oleh  karena  itu  pengembangan  dan  penelitian  tentang bioetanol yang merupakan bahan campuran gasohol sangat diperlukan. Bioetanol yang diproduksi dari bahan dasar   yang   mengandung   glukosa,   yaitu   limbah   tetes   tebu   (molases).   Produksi   bioetanol   dengan menggunakan metode fermentasi menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae, metode destilasi untuk memisahkan  air  dan  alkohol  hingga  menghasilkan  bioetanol  dengan  kadar  alkohol  yang  diinginkan. Kemudian dari hasil produksi bioetanol dilakukan penelitian pada sepeda motor Yamaha Fino 125 cc dengan bahan bakar Pertalite dan campuran bioetanol E5, E15 dan E25. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, penelitian dilakukan diatas chasis dynamometer. Dimana dari hasil penelitian diharapkan dapat diketahui torsi dan daya mesin. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran bahan bakar pertalite dan bioetanol menghasilkan kenaikan torsi dan daya   pada sepeda motor hal ini terbukti dengan Torsi tertinggi dicapai campuran bahan bakar E25 dengan 8.76 Nm pada putaran 6000 rpm dan daya mesin sebesar 6.33 kW pada putaran 8000 rpm.

Published
2018-12-04