Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Skala Laboratorium Yang Memanfaatkan Energi Panas Terbuang Hasil Pembakaran Proses Pirolisis

Energi Baru Terbarukan (EBT)

  • Dede Lia Zariatin
  • I Gede Eka Lesmana
  • Yudea Yudea
Keywords: PLTU, Pirolisis, Insenerator

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Kebutuhan akan energi listrik ini dipengaruhi oleh pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan perkembangan teknologi, namun pada sisi lain produksi sampah di Indonesia pun juga semakin meningkat. Seiring pertumbuhan sampah yang meningkat pirolisis mulai akrab digunakan untuk mengubah sampah menjadi minyak plastik yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar solar. Hal ini dilakukan bertujuan untuk membantu menangani masalah sampah dan juga kebutuhan akan bahan bakar. Namun dari reaktor pirolsis tersebut terdapat panas hasil pembakaran plastik yang cukup besar dan terbuang begitu saja. Maka dari itu panas ini akan dimanfaatkan dan diubah menjadi energi listrik. Pada penelitian ini akan di jelaskan tentang bagaimana merancang dari pembangkit itu sendiri, dimulai dari indetifikasi kebutuhan, pembuatan konsep, pemilihan konsep, pemberian bentuk konsep, perancangan detail, serta analisa dari aliran fluida pada turbin uap ini. Sistem kerja dari pembangkit listrik tenaga uap ini yaitu dengan memanfaatkan energi kalor terbuang dari reaktor pirolisis yang kemudian akan di tangkap oleh heat exchanger yang kemudian akan memanaskan air didalamnya dan air tersebut akan berubah menjadi uap untuk menggerakan turbin. Turbin inilah yang akan menggerakkan generator dan menghasilkan energi listrik. Dari hasil seleksi pemilihan varian yang telah dilakukan didapatkan bahwa hasil total pembobotan untuk varian 1 adalah sebesar 3,28 dan varian 2 sebesar 3,6. Dan hasil perhitungan nilai keseluruhan varian konsep dari varian 1 adalah 0,273 sedangkan varian 2 adalah sebesar 0,3, maka varian 2 merupakan varian terpilih dengan hasil bobot yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian 2. Data dari hasil analisis sistem yang telah dilakukan didapatkan bahwa temperatur keluaran uap yang paling tinggi adalah 161.86531℃.

Published
2018-12-03