Pemetaan Bahan Baku dan Analisis Teknoekonomi Biodiesel dari Kelapa Sawit

  • Tri Yuni Hendrawati
  • Anwar Ilmar Ramadhan
Keywords: teknoekonomi; biodiesel; sawit; AHP; HPP

Abstract

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara langsung berakibat pada naiknya biaya transportasi, biaya produksi industri dan pembangkitan tenaga listrik. Biodiesel salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, tidak mempunyai efek terhadap kesehatan yang dapat dipakai sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dapat menurunkan emisi bila dibandingkan dengan minyak diesel. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan bahan baku dan analisis teknoekonomi produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan untuk pemetaan bahan baku dengan pengolahan data kuantitatif dari data sekunder dan pemilihan protitasnya dengan AHP. Berdasarkan analisis AHP dan kondisi obyektif maka hasil  pemilihan bahan baku biodiesel yang potensial berdasarkan prioritas terbaik di tingkat Nasional  adalah  kelapa sawit. Hasil analisis teknoekonomi layak dari sisi kelayakan finansial pada kapasitas produksi biodiesel sawit sebesar 100.000 ton/tahun atau 300 ton/hari.  Dengan tingkat konversi 98%, jumlah CPO yang dibutuhkan oleh pabrik biodiesel ini adalah sebanyak 102.041 ton/tahun atau 306 ton/hari. Kebutuhan CPO sebesar itu disuplai dari kebun sawit dengan luasan 19.254 ha. Kebutuhan investasi Rp 312.281.574.733,-, dengan kriteria kelayakan Net B/C (Benefit/Cost) 1,51; IRR (Internal Rate of Return) lebih besar dari 12% yaitu 23,26%; NPV (Net Present Value) positif Rp 180.442.308.382,-;   Pay Back Period (PBP) pada tahun ke 6,66 tahun dan HPP (Harga Pokok Produksi) biodiesel sebesar Rp 6.938,- /kg ≅  Rp 6.938,- /liter. Dengan HPP sebesar Rp 6.938,- /kg ditetapkan harga jual biodiesel sawit sebesar Rp 8.000,-/kg.

Published
2018-12-01