MODEL BIAYA KUALITAS YANG TERINTEGRASI DENGAN PREVENTION COSTS

  • Rida Norina
  • Hermita Dyah Puspita
Keywords: Model, Total Quality Cost, Prevention Cost.

Abstract

Dalam era persaingan yang sangat ketat sekarang ini, penghematan biaya produksi dan peningkatan permintaan pasar dapat menjadi penentu apakah suatu usaha dapat berkembang atau sekedar dapat bertahan hidup. Ini berarti bahwa menghasilkan produk yang berkualitas dengan   harga yang kompetitif menjadi satu tantangan yang harus mampu ditaklukkan oleh pelaku usaha dewasa ini.

 Produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan dalam delapan dimensi sesuai dengan kriteria Garvin berikut, yaitu : (1) kinerja, (2) estetika, (3) kemudahan perawatan dan perbaikan,(4) fitur, (5) keandalan, (6) tahan lama, (7) kualitaskesesuaian, dan (8) kecocokan penggunaan.

 Biaya kualitas adalah biaya-biaya yang muncul disebabkan karena produk yang buruk kualitasnya. Definisi ini mengimplikasikan bahwa biaya kualitas berhubungan dengan dua kategori dari kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kualitas, yaitu : kegiatan pengendalian  dan  kegiatan  karena  kegagalan.  Kegiatan  pengendalian  dilakukan  oleh suatu perusahaan untuk mencegah atau mendeteksi kualitas yang buruk. Sedangkan kegiatan karena kegagalan dilakukan oleh perusahaan atau oleh pelanggannya untuk merespon kualitas yang buruk. Feiganbaum mendefinisikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kualitas dengan membaginya menjadi   empat kategori biaya kualitas, yaitu: (1) biaya pencegahan (Prevention Cost), (2) biaya penilaian (Appraisal Cost), (3) biaya kegagalan internal (Internal Failure Cost), dan (4) biaya kegagalan eksternal (External Failure cost). Biaya pencegahan terjadi untuk mencegah kualitas yang buruk pada produk atau jasa yang dihasilkan. Sejalan dengan peningkatan biaya pencegahan, diharapkan biaya kegagalan turun.

 Yang   (2008) mengklasifikasikan total manufacturing cost menjadi 33 komponen biaya dalam 5 klasifikasi biaya perencanaan produk baru, pengembangan produk dan desain, usaha memperoleh dan memeriksa kualitas barang yang baru datang, manufaktur proses dan penjulan dan layanan konsumen. Dahlgaard dan Dahlgaard (2002) membahas evolusi biaya kualitas, dari inspeksi dan pengurangan cacat total menuju filosofi manajemen mutu baru, yaitu klasifikasi baru biaya kualitas dengan membuat perbedaan yang lebih jelas antara biaya yang terlihat dan unsur-unsur biaya individu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah menggabungkan dua model yaitu model total biaya manufaktur yang dikembangkan oleh Yang   dan model yang dikembang oleh Dahlgaard dan Dahlgaard dengan evolusi pengembangan model biaya kualitas.

Published
2018-11-03
Section
Articles